KELAINAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

Oke gan kali ini Aku posting tentang kelainan pada sistem peredaran darah manusia.

Kelainan pada sistem perdaran darah manusia biasanya disebabkan oleh pola hidup kita yang tidak sehat, penyakit, kerusakan organ, atau faktor keturunan.
Beberapa kelainan pada sistem peredaran darah manusia adalah sebagai berikut.

- Anemia, Anemia merupakan keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.

- Leukopenia, Terjadi jika darah leukosit kurang dari 4.000/mm kubik darah

- Leukositosis, Terjadi jika kadar leukosit melebihi 10.000/ mm kubik darah.

- Leukimia ( Kanker darah ), Terjadi jika kadar leukosit melebihi 200.000/mm kubik darah.

- Serangan Jantung

  •  Ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, dan kulit terasa dingin.
  •  Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi, merokok, penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang olahraga.
- Varises, Merupakan pelebaran pembuluh Vena terutama di bagian kaki, Varises disebabkan oleh cacat/ kerusakan pada katup vena sejak lahir, terlalu banyak berdiri, kehamilan, dan sebagainya.

- Tekanan darah rendah ( hipotensi )
  • Merupakan keadaan tekanan darah di bawah normal
  • Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan penglihatan, bahkan sampai pingsan.
- Tekanan darah tinggi ( hipertensi )
  • Merupakan keadaan tekanan darah yang melebihi tekanan normal.
  • Penyebab hipertensi adalah nikotin, faktor keturunan, stress, kelebihan berat badan, dan kelebihan obat-obatan.

Mengenai Darah

Kita sudah tidak asing lagi bukan dengan yang namanya Darah ? Baiklah kali ini Saya akan sedikit share tentang darah.
DARAH 

  • Darah manusia bewarna merah karena mengandung hemoglobin, tetapi tingkat warna merahnya bergantung pada kadar oksigen dan karbondioksida
  • Darah yang banyak mengandung oksigen bewarna merah cerah, sedangkan darah yang banyak mengandung karbondioksida bewarna merah tua.
  • Jika darah diendapkan dengan sentrifugasi, darah akan terpisah menjadi bagian yang cair dan bagian yang padat. Bagian darah yang cair disebut plasma, sedangkan bagian yang padat terdiri atas sel-sel darah.
a. Plasma
  • Plasma darah menyusun 55 % komponen darah, didalamnya terlarut berbagai zat.
  • Plasma tersusun dari air ( 91 % ) dan zat terlarut ( 9 % )
  • Zat terlarut terdiri atas protein plasma, garam mineral, enzim, hormon, gas, dan zat organik lain
  • Protein dalam plasma antara lain:
          1. albumin, berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah,
          2. globulin, berfungsi untuk membentuk antibodi, dan 
          3. fibrinogen, berfungsi untuk pembekuan darah.
  • Bagian plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum ini mengandung berbagai antibodi.
  • Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke seluruh tubuh, urea dari hati ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urin, dan hormon dari kalenjar endokrin ke seluruh tubuh.
b. Sel-sel darah


  • Sel-sel darah mencakup 45 % dari keseluruhan komponen darah.
  • Ada tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih ( leukosit ). dan keping darah ( trombosit ) .
c. Golongan Darah
  • Menurut Karl Landsteiner ( 1868-1943 ) seorang ahli dari Austria yang menemukan cara penggolongan darah dengan sistem ABO
  • Penggolongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglkutinin, aglutinogen merupakan protein di dalam sel darah merah yang dapat di gumpalkan oleh aglutinin. sedangkan Aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen.
  • Golongan darah terbagi menjadi empat, yaitu Golongan darah A , Golongan darah B , Golongan darah AB, dan Golongan darah O.
Sekian semoga bermanfaat. Wassalam

PENYAKIT KETURUNAN

MACAM-MACAM PENYAKIT KETURUNAN
1. Hemofilia
Hemofilia adalah salah satu penyaki turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah 8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita hemofilia kebanyakan adalah kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenannya penyakit ini selalu dimulai sejak anak-anak.

2. Albino
Albino adalah salah satu penyakit turunan yang disebabkan anak tersebut mengandung gen albino dari ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan albino lahir dari orangtua yang memiliki gangguan dalam hal produksi melaninnya, tapi pada orang yang carrier tidak akan menunjukkan tanda-tanda memiliki gen albino. Jika orangtua hanya memiliki carrier atau memilikisatu gen albino, sebaiknya tidak menikah dengan orang yang memiliki albino.



3. Alergi
Sebagian besar alergi disebabkan oleh faktor keturunan. Jika orangtua mempunyai bakat alergi, maka ada kemungkinan sekitar 70% anak akan mengalami alergi juga. Namun jika hanya salah satu orangtua saja yang alergi, maka faktor resiko ini bisa berkurang sekitar 30% nya

4. Asma
Asma merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak dibandingkan dengan faktor bapak. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30% penyakt asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.

5. Buta warna
buta warna adalah salah satu masalah penglihatan karena ketidak mampuan melihat perbedaan antara beberapa warna penyakit ini diwariskan dari mutasi genetik kromosom X. Sebagian besar penyakit ini akibat faktor genetik, tapi ada juga yang disebabkan kerusakan mata, saraf atau otak akibat bahan kimia tertentu. Mutasi yang menyebabkan buta warna jika sedikitnya ada 19 kromosom berbeda dan 56 gen berbeda. Kondisi ini bisa muncul saat masih anak-anak atau sudah dewasa

6. Diabetes melitus
Penyakit diabetes melitus mamiliki hubungan yang kuat dengan keturunan. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang tidak bisa bekerja secara optimal. Seseorang yang memiliki antigen leukosit (human leukocyte antigen/HLA) dalam darah yang diperoleh dari orangtuanya akan memiliki kecenderungan kuat untuk mengembangkan diabetes tipe1.
sedangkan diabetes tipe 2 juga merupakan penyakit turunan yang akan muncul di generasi berikutnya jika ada masalah lain yang menyertai seperti obesitas, hipertensi atau gaya hidup tak sehat yang mengganggu fungsi sel-sel beta di dalam tubuhnya

7. Obesitas
Obesitas atau kegemukan terjadi ketika ada penimbunan lemak pada tubuh seseorang secara berlebihan. Orang yang menderita obesitas biasanya sulit mengendalikan nafsu makannya. Salah satu penyababnya adalah faktor gen atau keturunan. Gen menurun tersebut menyebabkan fungsi penahan nafsu makan tidak bekerja dengan baik

8. Parkinson
Gejala penyakit parkinson tidak banyak diketahui. Pada banyak kasus yang terjadi, awal dari penyakit parkinson ini diawali dengan gemetar pada bagian tangan ketika sedang beristirahat. Penyakit ini memiliki kecenderungan diturunkan meskipun faktor genetik tidak memegang peranan utama.
Menurut para ahli, penyakit parkinson ini beresiko diturunkan. Jika memiliki orangtua, saudara, atau kerabat dekat dengan gangguan parkinson, maka dua kali lipat lebih mungkin mengalami penyakit yang sama
9. Thalasemia
Thalasemia adalah kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terihat pucat dan haus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Berdasarkan hukum mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya berpeluang 25% sehat, 50% sebagai carrier dan 25% terkena thalasemia

10. Kebotakan
Seperti diketahui bahwa kebotakan disebabkan oleh banyak hal, tapi salah satunya juga bisa akibat faktor keturunan dari orangtuanya. Jika ayahnya mengalami kebotakan, maka setidaknya salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan akibat adanya gen yang diturunkan